Aku melihatnya meneteskan air mata, sepertinya ia pun terharu. Ia
pun merindukanmu, hari ke hari hanya suara dan pesan singkat
yang ia terima. Mungkin sama denganku, baginya itu semua tidak
cukup. Kami ingin wujudmu, kehadiranmu.
Mengapa kali ini terasa berbeda sekali. Beberapa tahun yang lalu
kau pun pernah seperti ini, meninggalkan kami di awal bulan suci.
Bahkan berbeda benua, dimana komunikasi sangat sulit. Dimana
yang datang bukan lah pesan singkat yang bisa langsung kami
terima, namun sepucuk surat dan beberapa kartu pos yang butuh
waktu lama untuk sampai ke tangan kami.
Suatu pembelajaran baru yang membuat semua ini terasa sulit dan
bukanlah karena kami yang semakin dewasa dan semakin peka. Pada akhirnya pun kami hanya
dapat menerimanya. Karena katamu, disaat
seperti ini bukanlah saatnya untuk saling menyalahkan.
Aku tahu bukan seperti inilah masa tua yang ingin kalian lewati.
Bertahan menjadi satu-satunya alasan klise dan pembesaran hati
yang bisa ditanamkan.
Namun, duniawi bukan segalanya bukan ayah?
:)
Wednesday, 18 August 2010
kokohnya hati yang rapuh.
Posted by khairunisa at 22:05
Labels: family matters, good thoughts
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment